Minggu, 08 Desember 2013

Hasil Praktikum Laju Reaksi



LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
Laju Reaksi














 







Guru Bidang Study :
Lili Sholihat
Disusun Oleh :
Risma Arsida Rianti
XI IPA
Madrasah Aliyah Al-Nahdlah
Faktor-Faktor Penentu Laju Reaksi
Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Landasan Teori
            Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah contoh reaksi yang cepat. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut kinetika kimia.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut :
a). Luas Permukaan.
Luas permukaan dalam reaksi kimia adalah luas permukaan zat-zat pereaksi yang bersentuhan untuk menghasilkan reaksi. Dalam  reaksi  kimia,  tidak  semua  luas  permukaan  zat  yang  bereaksi dapat bersentuhan hingga terjadi reaksi, hal ini bergantung pada bentuk partikel zat-zat  yang bereaksi. Suatu reaksi dapat saja melibatkan pereaksi dalam bentuk padatan. Luas permukaan zat ini akan berkaitan dengan bidang sentuh zat tersebut.Luas permukaan zat padat akan bertambah jika ukurannya diperkecil.
Gambar 1. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksihttp://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2012/0905762/images/gambar5.gif
Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena semakin luas permukaan zat, semakin banyak bagian zat yang saling bertumbukan dan semakin besar peluang adanya tumbukan efektif menghasilkan perubahan. Semakin luas permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat. Jadi semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun akan semakin cepat.
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.Dari gambar 2.3 dapat dilihat bahwa luas permukaan P gambar pada poin B lebih besar daripada gambar poin A. Jumlah zat terlarut (lingkaran berwarna hijau) pada kedua gambar diatas adalah sama, namun ukurannya yang berbeda. Kita dapat menghitung molekul zat terlarut yang dapat bertumbukkan dengan molekul pelarut (lingkaran berwarna merah). Makin banyak molekul zat terlarut yang dapat bersentuhan dengan molekul pelarut, berarti luas permukaannya semakin besar. Dengan semakin luas permukaan zat pereaksi, akan memudahkan molekul-molekul tersebut bertumbukkan dan menghasilkan hasil reaksi. Dengan kata lain, laju reaksinya meningkat.
Laju reaksi berbanding lurus dengan luas permukaan reaktan
b) Konsentrasi Larutan
Jika konsentrasi suatu larutan makin besar, larutan akan mengandung jumlah partikel semakin banyak sehingga partikel-partikel tersebut akan tersusun lebih rapat dibandingkan larutan yang konsentrasinya lebih rendah. Susunan partikel yang lebih rapat memungkinkan terjadinya tumbukan semakin banyak dan kemungkinan terjadi reaksi lebih besar. Makin besar konsentrasi zat, makin cepat laju reaksinya. Perhatikan Gambar 2. tentang pengaruh konsentrasi berikut.
Hubungan kuantitatif perubahan konsentrasi dengan laju reaksi tidak dapat ditetapkan dari persamaan reaksi, tetapi harus melalui percobaan .
http://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2012/0905762/images/gambar2.jpgSemakin tinggi konsentrasi suatu larutan, makin besar laju reaksinya.
c) Suhu
Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak. Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak terjadi tumbukan yang efektif dan menghasilkan reaksi. Di samping memperbesar energi kinetik, ternyata peningkatan suhu juga meningkatkan energi potensial suatu zat. Dengan semakin besarnya energi potensial zat, maka semakin besar terjadinya tumbukan yang efektif, sehingga laju reaksi semakin cepat.

http://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2012/0905762/images/gambar7.jpg
d) Katalis
Katalis adalah zat yang pada umumnya ditambahkan dalam ke dalam suatu sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Pada akhir reaksi, katalis diperoleh kembali dalam bentuk zat semula. Katalis bekerja dengan cara turut terlibat dalam setiap tahap reaksi, tetapi pada akhir tahap, katalis terbentuk kembali.
Jika suatu campuran zat tidak dapat bereaksi, penambahan katalis pun tidak akan membuat reaksi terjadi. Dengan kata lain, katalis tidak dapat memicu reaksi, tetapi hanya membantu reaksi yang berlangsung lambat menjadi lebih cepat. Katalis bekerja secara khusus. Artinya, tidak semua reaksi dapat dipercepat dengan satu macam katalis. Dengan kata lain, katalis bekerja hanya pada satu atau dua macam reaksi, tetapi untuk reaksi yang lain tidak dapat digunakan. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
Percobaan 1 dan 2
Alat :
Ø  4 buah gelas kimia 50 mL
Ø  Sebuah stopwatch
Bahan :
Ø  HCl 1 M dan 5 M
Ø  Kapur
Ø  Gula Batu
Ø  Air

Percobaan 3 dan 4
Alat :
Ø  2 buah gelas kimia 50 Ml
Ø  2 buah kaca Arloji
Ø  1 buah stopwatch
Ø  Korek api
Bahan :
Ø  Gula batu
Ø  Abu kertas
Ø  Tablet efferverscent (CDR)
Ø  Air panas
Ø  Air es
Langkah Kerja :
Percobaan 1 :
1.       Siapkan 2 buah gelas kimia 50 Ml
2.       Masukkan air ke dalam masing-masing gelas kimia sebanyak 25 mL
3.       Beri tanda gelas 1 dan 2
4.       Masukkan gula batu potongan kecil kira-kira 1 x 1 cm ke dalam gelas kimia 1 dan gula batu dengan ukuran sama yang sudah dihaluskan ke dalam gelas kimia 2
5.       Aduk bersamaan hingga larut, catatlah waktu dari masing-masing gelas dari awal pengadukan sampai semua gula larut

Percobaan 2 :
1.       Siapkan 2 buah gelas kimia
2.       Masukkan 20 mL HCl 1M untuk gelas kimia 1, 20 Ml HCl 5 M untuk gelas kimia 2
3.       Siapkan stopwatch
4.       Masukkan 0,5 gram kapur serbuk ke dalam masing-masing gelas kimia.
5.       Catat waktu dari masing-masing penambahan batang kapur sampai reaksi berhenti.

Percobaan 3 :
1.       Siapkan 2 buah gelas kimia 50 ml.
2.       Masukkan air panas dan air es masing-masing 35 Ml air ke dalam gelas kimia.
3.       Masukkan tablet CDR ke dalam masing-masing gelas kimia
4.       Catat waktu yang dibutuhkan untuk melarutkan tablet CDR

Percobaan 4 :
1.       Siapkan 2 kaca arloji
2.       Letakkan potongan gula batu yang sama besar pada masing-masing kaca arloji
3.       Satu potong gula batu olesi bagian pojol-pojoknya dengan abu kertas, kemidian letakkan di atas kaca arloji
4.       Secara bersamaan, bakar kedua gula batu tersebut pada salah satu pojoknya dengan menggunakan korek api
5.       Bandingkan kecepatan terbakarnya kedua gula batu tersebut
            Data Praktikum
Percobaan ke-
Gelas
Jenis Bahan
Jenis Larutan
Waktu
1
1
Gula batu halus
Air
45 detik
2
Gula batu balok
Air
12,08 menit
2
1
Kapur halus
HCl 5 M
1,16 detik
2
Kapur halus
HCl 1 M
5,20 detik
3
1
CDR
Air panas
1 menit 33 detik
2
CDR
Air es
2 menit 10 detik
           4
1
Gula batu balok
Dibakar
19,53 detik
2
Gula batu balok
Dibakar
18,48 detik
           
            Pembahasan
Ø  Di dalam percobaab pertama, diperoleh bahwa pelarutan gula batu balok membutuhkan waktu yang lama dibandingkan pelarutan gula batu halus. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa jika semakin kecil ukuran suatu zat, maka semakin luas permukaan dan akan semakin tinggi laju reaksinya. Luas permukaan dapat mempengaruhi laju reaksi.
Ø  Di dalam percobaan kedua, diperoleh data bahwa kapur halus yang dilarutkan dalam HCl 5 M lebih cepat dari pada kapur halus yang dilarutkan dalam HCl 1 M. Maka bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi (molaritas) suatu zat, semakin tinggi laju reaksinya.
Ø  Di dalam percobaan 3, diperoleh data bahwa CDR yang dilarutkan di dalam air panas lebih cepat terlarut dari pada CDR yang dilarutkan di dalam air es. Maka suhu pun mempengaruhi laju reaksi, dikarenakan semakin tinggi suhu yang digunakan maka lebih tinggi pula laju reaksinya.
Ø  Di dalam percobaan 4, diperoleh data bahwa pembakaran gula batu yang diolesi abu lebih lebih lama dari pada gula batu yang dibakar tanpa diolesi abu. Percobaan ini tidak sesuai teori yabg diketahui, karena katalis mempengaruhi laju reaksi. Akan tetapi di sini terdapat kesalahan percobaan. Maka belum bisa dibuktikan bahwa katalis bisa mempengaruhi laju reaksi.
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut :
1.       Luas permukaan (percobaan pertama)
Semakin kecil ukuran zat, maka akan semakin luas permukaan dan semakin tinggi laju reaksi.
2.       Konsentrasi / molaritas suatu zat (percobaan 2)
Semakin tinggi konsentrasi, maka akan semakin tinggi laju reaksi
3.       Suhu (percobaan 3)
Semakin tinggi suhu, maka akan semakin tinggi laju reaksi.
4.       Katalis (percobaab 4)
Katalis ditambahkan tidak merubah konsentrasi suatu zat, akan tetapi mempertinggi laju reaksi.
Saran
Di dalam percobaan ini, prosedur dan alat bahan dalam praktikum harus diperhatikan. Karena jika terjadi kesalahan dalam salah satu percobaan maka tidak bisa membuktikan teori praktikum.seperti dalam percobaan 4, kendala api pembakaran gula batu yang diolesi abu mempengaruhi hasil reaksi. Seharusnya jika api pembakaran gula batu yang diolesi abu mencukupi, maka akan terbukti bahwa katalis (zat yang ditambahkan untuk mempercepat laju reaksi) sangat berpengaruh dalam laju reaksi.
           Daftar Pustaka
1.       Wikipedia
2.       Johari J.MC. M., Rachmawati, MPhil. 2009.  Kimia SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga