LAPORAN
HASIL PRAKTIKUM
Laju
Reaksi
Guru
Bidang Study :
Lili
Sholihat
Disusun
Oleh :
Risma
Arsida Rianti
XI IPA
Madrasah
Aliyah Al-Nahdlah
Faktor-Faktor
Penentu Laju Reaksi
Tujuan
Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi.
Landasan Teori
Laju
reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung
per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi
yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi
kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api
adalah contoh reaksi yang cepat. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia
yang disebut kinetika kimia.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut :
a). Luas
Permukaan.
Luas permukaan dalam reaksi
kimia adalah luas permukaan zat-zat pereaksi yang bersentuhan untuk
menghasilkan reaksi. Dalam reaksi kimia, tidak semua
luas permukaan zat yang bereaksi dapat bersentuhan
hingga terjadi reaksi, hal ini bergantung pada bentuk partikel zat-zat
yang bereaksi. Suatu reaksi dapat saja melibatkan pereaksi dalam bentuk
padatan. Luas permukaan zat ini akan berkaitan dengan bidang sentuh zat
tersebut.Luas permukaan zat padat akan bertambah jika ukurannya diperkecil.
Gambar 1. Pengaruh Luas
Permukaan terhadap Laju Reaksi

Luas
permukaan mempercepat laju reaksi karena semakin luas permukaan zat, semakin
banyak bagian zat yang saling bertumbukan dan semakin besar peluang adanya
tumbukan efektif menghasilkan perubahan. Semakin luas permukaan zat, semakin
kecil ukuran partikel zat. Jadi semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun
akan semakin cepat.
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.Dari gambar 2.3 dapat dilihat bahwa luas permukaan P gambar pada poin B lebih besar daripada gambar poin A. Jumlah zat terlarut (lingkaran berwarna hijau) pada kedua gambar diatas adalah sama, namun ukurannya yang berbeda. Kita dapat menghitung molekul zat terlarut yang dapat bertumbukkan dengan molekul pelarut (lingkaran berwarna merah). Makin banyak molekul zat terlarut yang dapat bersentuhan dengan molekul pelarut, berarti luas permukaannya semakin besar. Dengan semakin luas permukaan zat pereaksi, akan memudahkan molekul-molekul tersebut bertumbukkan dan menghasilkan hasil reaksi. Dengan kata lain, laju reaksinya meningkat.
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.Dari gambar 2.3 dapat dilihat bahwa luas permukaan P gambar pada poin B lebih besar daripada gambar poin A. Jumlah zat terlarut (lingkaran berwarna hijau) pada kedua gambar diatas adalah sama, namun ukurannya yang berbeda. Kita dapat menghitung molekul zat terlarut yang dapat bertumbukkan dengan molekul pelarut (lingkaran berwarna merah). Makin banyak molekul zat terlarut yang dapat bersentuhan dengan molekul pelarut, berarti luas permukaannya semakin besar. Dengan semakin luas permukaan zat pereaksi, akan memudahkan molekul-molekul tersebut bertumbukkan dan menghasilkan hasil reaksi. Dengan kata lain, laju reaksinya meningkat.
Laju reaksi berbanding lurus dengan luas permukaan reaktan
b)
Konsentrasi Larutan
Jika konsentrasi suatu larutan makin besar,
larutan akan mengandung jumlah partikel semakin banyak sehingga
partikel-partikel tersebut akan tersusun lebih rapat dibandingkan larutan yang
konsentrasinya lebih rendah. Susunan partikel yang lebih rapat memungkinkan
terjadinya tumbukan semakin banyak dan kemungkinan terjadi reaksi lebih besar.
Makin besar konsentrasi zat, makin cepat laju reaksinya. Perhatikan Gambar 2. tentang
pengaruh konsentrasi berikut.
Hubungan kuantitatif perubahan konsentrasi
dengan laju reaksi tidak dapat ditetapkan dari persamaan reaksi, tetapi harus
melalui percobaan .
Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan, makin
besar laju reaksinya.
c) Suhu
Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak.
Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah
sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi yang cukup untuk
melampaui energi pengaktifan. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak terjadi
tumbukan yang efektif dan menghasilkan reaksi. Di samping memperbesar energi
kinetik, ternyata peningkatan suhu juga meningkatkan energi potensial suatu
zat. Dengan semakin besarnya energi potensial zat, maka semakin besar
terjadinya tumbukan yang efektif, sehingga laju reaksi semakin cepat.

d)
Katalis
Katalis adalah zat yang pada umumnya ditambahkan dalam ke dalam
suatu sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Pada akhir reaksi, katalis
diperoleh kembali dalam bentuk zat semula. Katalis bekerja dengan cara turut
terlibat dalam setiap tahap reaksi, tetapi pada akhir tahap, katalis terbentuk
kembali.
Jika suatu campuran zat tidak dapat bereaksi, penambahan katalis pun tidak akan membuat reaksi terjadi. Dengan kata lain, katalis tidak dapat memicu reaksi, tetapi hanya membantu reaksi yang berlangsung lambat menjadi lebih cepat. Katalis bekerja secara khusus. Artinya, tidak semua reaksi dapat dipercepat dengan satu macam katalis. Dengan kata lain, katalis bekerja hanya pada satu atau dua macam reaksi, tetapi untuk reaksi yang lain tidak dapat digunakan. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Jika suatu campuran zat tidak dapat bereaksi, penambahan katalis pun tidak akan membuat reaksi terjadi. Dengan kata lain, katalis tidak dapat memicu reaksi, tetapi hanya membantu reaksi yang berlangsung lambat menjadi lebih cepat. Katalis bekerja secara khusus. Artinya, tidak semua reaksi dapat dipercepat dengan satu macam katalis. Dengan kata lain, katalis bekerja hanya pada satu atau dua macam reaksi, tetapi untuk reaksi yang lain tidak dapat digunakan. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Alat dan Bahan
Alat dan
bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
Percobaan
1 dan 2
Alat :
Ø 4 buah
gelas kimia 50 mL
Ø Sebuah
stopwatch
Bahan :
Ø HCl 1 M
dan 5 M
Ø Kapur
Ø Gula
Batu
Ø Air
Percobaan
3 dan 4
Alat :
Ø 2 buah
gelas kimia 50 Ml
Ø 2 buah
kaca Arloji
Ø 1 buah
stopwatch
Ø Korek
api
Bahan :
Ø Gula
batu
Ø Abu
kertas
Ø Tablet efferverscent
(CDR)
Ø Air
panas
Ø Air es
Langkah Kerja :
Percobaan 1 :
1.
Siapkan 2 buah gelas kimia 50
Ml
2.
Masukkan air ke dalam
masing-masing gelas kimia sebanyak 25 mL
3.
Beri tanda gelas 1 dan 2
4.
Masukkan gula batu potongan
kecil kira-kira 1 x 1 cm ke dalam gelas kimia 1 dan gula batu dengan ukuran
sama yang sudah dihaluskan ke dalam gelas kimia 2
5.
Aduk bersamaan hingga larut,
catatlah waktu dari masing-masing gelas dari awal pengadukan sampai semua gula
larut
Percobaan
2 :
1.
Siapkan 2 buah gelas kimia
2.
Masukkan 20 mL HCl 1M untuk
gelas kimia 1, 20 Ml HCl 5 M untuk gelas kimia 2
3.
Siapkan stopwatch
4.
Masukkan 0,5 gram kapur
serbuk ke dalam masing-masing gelas kimia.
5.
Catat waktu dari masing-masing
penambahan batang kapur sampai reaksi berhenti.
Percobaan
3 :
1.
Siapkan 2 buah gelas kimia 50
ml.
2.
Masukkan air panas dan air es
masing-masing 35 Ml air ke dalam gelas kimia.
3.
Masukkan tablet CDR ke dalam
masing-masing gelas kimia
4.
Catat waktu yang dibutuhkan
untuk melarutkan tablet CDR
Percobaan
4 :
1.
Siapkan 2 kaca arloji
2.
Letakkan potongan gula batu
yang sama besar pada masing-masing kaca arloji
3.
Satu potong gula batu olesi
bagian pojol-pojoknya dengan abu kertas, kemidian letakkan di atas kaca arloji
4.
Secara bersamaan, bakar kedua
gula batu tersebut pada salah satu pojoknya dengan menggunakan korek api
5.
Bandingkan kecepatan
terbakarnya kedua gula batu tersebut
Data
Praktikum
|
Percobaan ke-
|
Gelas
|
Jenis Bahan
|
Jenis Larutan
|
Waktu
|
|
1
|
1
|
Gula batu halus
|
Air
|
45 detik
|
|
2
|
Gula batu balok
|
Air
|
12,08 menit
|
|
|
2
|
1
|
Kapur halus
|
HCl 5 M
|
1,16 detik
|
|
2
|
Kapur halus
|
HCl 1 M
|
5,20 detik
|
|
|
3
|
1
|
CDR
|
Air panas
|
1 menit 33 detik
|
|
2
|
CDR
|
Air es
|
2 menit 10 detik
|
|
|
4
|
1
|
Gula batu balok
|
Dibakar
|
19,53 detik
|
|
2
|
Gula batu balok
|
Dibakar
|
18,48 detik
|
Pembahasan
Ø Di dalam
percobaab pertama, diperoleh bahwa pelarutan gula batu balok membutuhkan waktu
yang lama dibandingkan pelarutan gula batu halus. Oleh karena itu bisa
disimpulkan bahwa jika semakin kecil ukuran suatu zat, maka semakin luas
permukaan dan akan semakin tinggi laju reaksinya. Luas permukaan dapat
mempengaruhi laju reaksi.
Ø Di dalam
percobaan kedua, diperoleh data bahwa kapur halus yang dilarutkan dalam HCl 5 M
lebih cepat dari pada kapur halus yang dilarutkan dalam HCl 1 M. Maka bisa
disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi (molaritas) suatu zat, semakin tinggi
laju reaksinya.
Ø Di dalam
percobaan 3, diperoleh data bahwa CDR yang dilarutkan di dalam air panas lebih
cepat terlarut dari pada CDR yang dilarutkan di dalam air es. Maka suhu pun
mempengaruhi laju reaksi, dikarenakan semakin tinggi suhu yang digunakan maka
lebih tinggi pula laju reaksinya.
Ø Di dalam
percobaan 4, diperoleh data bahwa pembakaran gula batu yang diolesi abu lebih
lebih lama dari pada gula batu yang dibakar tanpa diolesi abu. Percobaan ini
tidak sesuai teori yabg diketahui, karena katalis mempengaruhi laju reaksi.
Akan tetapi di sini terdapat kesalahan percobaan. Maka belum bisa dibuktikan
bahwa katalis bisa mempengaruhi laju reaksi.
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
adalah sebagai berikut :
1.
Luas permukaan (percobaan
pertama)
Semakin
kecil ukuran zat, maka akan semakin luas permukaan dan semakin tinggi laju
reaksi.
2.
Konsentrasi / molaritas suatu
zat (percobaan 2)
Semakin tinggi konsentrasi,
maka akan semakin tinggi laju reaksi
3.
Suhu (percobaan 3)
Semakin
tinggi suhu, maka akan semakin tinggi laju reaksi.
4.
Katalis (percobaab 4)
Katalis ditambahkan tidak
merubah konsentrasi suatu zat, akan tetapi mempertinggi laju reaksi.
Saran
Di dalam
percobaan ini, prosedur dan alat bahan dalam praktikum harus diperhatikan.
Karena jika terjadi kesalahan dalam salah satu percobaan maka tidak bisa
membuktikan teori praktikum.seperti dalam percobaan 4, kendala api pembakaran
gula batu yang diolesi abu mempengaruhi hasil reaksi. Seharusnya jika api
pembakaran gula batu yang diolesi abu mencukupi, maka akan terbukti bahwa
katalis (zat yang ditambahkan untuk mempercepat laju reaksi) sangat berpengaruh
dalam laju reaksi.
Daftar Pustaka
1.
Wikipedia
2.
Johari J.MC. M., Rachmawati,
MPhil. 2009. Kimia SMA dan MA untuk
Kelas XI. Jakarta: Erlangga